Hikmah dibalik musibah (yang merupakan ujian hidup)

Status Facebook seorang teman kadang bisa membuat inspirasi tulisan. Misalnya status seperti ini “Hari yang kacau, makalah ilang, ini gak bener, yang itu gak bener, ya Allah, apa sih salahku sampai dikasih ujian kayak gini”. Aku sendiri kadang suka menulis hal yang mengagetkan aku sendiri setelah sudah tenang lalu dibaca lagi.

Sebetulnya musibah yang menimpa manusia adalah kesalahannya sendiri. Kita sering melakukan kesalahan tanpa kita menyadari, misalnya menyakiti hati orang lain secara langsung. Atau juga menjatuhkan orang di belakangnya atau ditambah-tambahin supaya seru.

Ada lagi bersikap sombong ingin dipuji oleh orang lain, padahal orang sombong ibadahnya tidak diterima oleh Allah. Dan masih banyak yang lain. Hanya saja karena kesibukan kita sendiri kita malas untuk intropeksi, menggampangkannya dengan beranggapan “Allah Maha Pengampun”. Allah akan mengampuni seseorang apabila yang bersangkutan sudah mengembalikan hak orang lain, atau minta maaf pada yang disakiti hatinya, bertaubat sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahannya. Jadi yang beranggapan bahwa Allah Maha Pengampun itu semua kesalahan dengan mudah dimaafkan oleh Allah tidak sepenuhnya benar, mesti ada usaha intropeksi dengan sungguh-sungguh.

Orang yang sedang kena musibah apapun, tidak harus ada yang orang yang meninggal, supaya mengucapkan innalillah wa inna ilaihi roji’un (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah kami kembali). Orang beriman dan sabar akan diberi petunjuk oleh Allah untuk mengatasi masalahnya. Meminta pertolongan hanya kepada Allah, lalu Insya Allah akan ada kemudahan dibalik kesulitan.

Biasanya ujian yang merupakan musibah akan mudah menjadikan seseorang lebih taat beribadah. Tetapi bila diberi ujian keni’matan akan membuat seseorang berpaling dari Allah karena sibuk bersenang-senang.

Semoga kita semua bisa menjadi manusia beriman yang bisa selalu bersabar saat mendapat musibah dan bersyukur saat mendapat kemudahan…

Allah berfirman:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuura : 30)

Allah berfirman:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS. Al Baqarah : 155-157)

Allah berfirman:
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Ath Taghabun : 11)

Allah berfirman:
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
(QS. Alam Nasyr : 1-8)

Allah berfirman:
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa. (QS. Al Fushilat : 51)

Comments are closed.

%d bloggers like this: