Bagian tubuh yang paling penting untuk dijaga adalah qalb (hati)

Iklan di tivi mempromosikan macam-macam produk. Ada susu kalsium supaya tidak kena osteoporosis. Ada vitamin E alami supaya kulit kelihatan muda. Havermut atau oat agar jantung tetap sehat dan macam-macam lagi yang lain. Kalo mie instan sih kayaknya fungsinya sekedar mengganjal perut, kalo keseringan kurang baik.

Tapi menurut Islam bagian yang perlu dijaga adalah segumpal daging di dada. Ternyata penyebutan segumpal daging ini bisa berbeda-beda. Dalam bahasa Inggris segumpal daging ini disebut sebagai heart atau jantung. Segumpal daging kadang juga diterjemahkan menjadi segumpal darah. Malah ada analisa mengatakan segumpal daging ini adalah otak.

Tapi sepertinya bukan otak, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dirobek dadanya oleh malaikat jibril, lalu ada segumpal daging yang dicuci dengan air zam-zam. Setelah itu dimasukkan keimanan dan hikmah yang tadinya berada dalam bejana emas ke dalam qalbu. Isi dadanya kemudian disusun, ditutup tanpa ada bekasnya.

Mau disebut qalb, atau hati, yang penting kita paham bahwa ada di sesuatu di dada yang perlu dijaga. Yang bisa merasakan bahagia, sedih, galau, kesel, marah dan perasaan yang lain. Cara membersihkannya di antaranya adalah dengan berusaha menjaga emosi, menjaga hawa nafsu, dan banyak mengingat Allah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Ketahuilah, di dalam jasad ada segumpal daging (mudzghah) yang jika baik daging itu maka baiklah seluruh jasadnya, dan jika jelek daging itu maka jeleklah seluruh jasadnya. Ketahuilah daging itu adalah hati (qalb).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh dan rupamu, tetapi Dia melihat kepada hatimu” sambil Beliau mengarahkan jari-jariNya ke dadanya (HR. Muslim).

Allah berfirman
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Baqarah[2] : 284)

Comments are closed.

%d bloggers like this: