Islam mengajarkan agar bertaubat secara benar

Kata dari “Taubat” dalam bahasa Arab berarti “kembali”. Dalam konteks Islam, Taubat adalah menjauhi apa yang Allah larang kemudian kembali melakukan apa yang Allah perintahkan.

Taubat itu ditujukan Allah, Allah akan mengembalikan kepada hamba-Nya dalam bentuk ampunan. Kembali kepada jiwa yang bersih seperti saat dilahirkan yang karena pengaruh lingkungan telah banyak dikotori sehingga menumpuk banyak dosa. Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam kitab tafsirnya: “artinya adalah, taubat yang sebenarnya dan sepenuh hati, akan menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang dilakukannya.” Orang yang tidak mau bertaubat termasuk orang yang zalim, dan bila mau bertaubat sungguh-sungguh maka Allah akan mengganti keburukan akan menjadi kebajikan.

Taubat yang benar adalah dengan

  • penyesalan mendalam
  • menghentikan perbuatan dosa
  • bertekad kuat tidak mengulangi

Berkaitan dengan hubungan sesama manusia maka hendaknya melakukan

  • mengembalikan barang yang bukan haknya
  • meminta maaf pada orang yang telah disakiti hati

Apabila barang yang diambil telah diikhlaskan maka berarti tidak perlu mengembalikan lagi. Bila sekiranya menghubungi orang yang telah disakiti hati membuat masalah tambah sulit, bisa memohon ampun pada Allah juga mendoakan yang bersangkutan mendapat kebaikan serta ampunan Allah. Dengan sering bertaubat maka Allah akan mengganti keburukan kita menjadi kebaikan.

Banyak hal yang kita tidak sadari merupakan perbuatan dosa, oleh karena itu sering-seringlah bertaubat pada Allah dan menambah amal ibadah kita. Selalu belajar tentang ajaran Islam yang benar agar kita bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah. Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu bertaubat sehingga kita bisa meninggal dengan tenang, dan saat di akhirat mendapat tempat terbaik yaitu di surga…

Allah berfirman
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.”
(QS Ali Imran : 135)

Allah berfirman
“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Allah berfirman
“Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu, dan memperbaiki ( dirinya) sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 119)

Comments are closed.

%d bloggers like this: