Mengalah untuk menang

Di hutan berlaku hukum rimba. Siapa yang kuat dia menang, bahkan akan memangsa lawannya. Tapi sekarang ini di dunia manusia juga mulai memperlakukan hukum rimba ini. Para pejabat dari kelas teri sampai kakap meminta jatah setiap pelayanan mereka pada masyarakat. Kadang korupsi besar-besaran, mark up suatu proyek untuk kepentingan golongan. Kadang ada proyek fiktif malah. Para pejabat ini tau peraturan, dan mereka sendiri yang melanggarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari tindakan mendzalimi sesama juga terjadi dimana-mana. Kasus pembantu yang disiksa, istri yang dianiaya, perdagangan manusia (HUMAN TRAFFICKING), bahkan lebih buruk daripada hewan, penyiksaan kepada anak(CHILD ABUSE). Ada sekelompok manusia seneng banget menyiksa, jaman dulu di Romawi manusia diumpankan pada singa di Colosseum.

Sekarang ini dari perang skala besar antar negara, sampai hal yang kecil-kecil misalnya ribut antara tetangga karena hal tidak penting. Atau sekedar berbicara saling menjatuhkan di belakang mereka. Menjatuhkan orang lain itu perbuatan yang merugikan diri sendiri baik di depan maupun di belakangnya, pahala yang dimilikinya akan diberikan pada yang dizalimi, bila tidak punya pahala, dosa yang dizalimi akan diambil. Al Quran mengajarkan agar manusia saling menyayangi dan menghindari orang-orang yang berbuat zalim.

Orang-orang yang ingkar terhadap ayat Al Quran, bahkan sampai-sampai ayat Al Quran dijadikan olok-olok, maka mereka termasuk orang yang zalim. Tinggalkan mereka, awalnya mereka sepertinya diberi kemudahan padahal itu hanyalah tangguh saja. Pada saatnya mereka akan disiksa lebih berat. Mengalah pada orang yang berbuat zalim, adalah mengalah untuk kemenangan…

Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (QS. Maryam : 96)

Allah berfirman:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al Fath : 29)

Allah berfirman :
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (QS. Al An’am : 68)

Allah berfirman :
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, (QS. Ibrahim : 42)

Allah berfiman :
Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (QS. Ali Imran : 178)

Comments are closed.

%d bloggers like this: