Islam mengajarkan untuk memaafkan

Diperlakukan tidak menyenangkan, kadang membuat manusia sulit untuk memaafkan orang lain. Tapi seberat-beratnya masalah, sepertinya kita perlu melihat sejarah saat para Nabi menyebarkan ajaran untuk menyembah Allah. Semua Nabi memiliki saat-saat sulit dengan masalah masing-masing. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak difitnah, dicaci maki, dihina, dilempari batu, dilempari kotoran, diludahi, dikejar-kejar kaum Quraisy akan dibunuh, tapi tetap bersikap sabar, malah memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi musuh-musuhnya.

Walaupun begitu, memaafkan juga perlu diperhatikan dampaknya. Bila dimaafkan malah tambah semakin berbuat kejahatan, maka perlu dipertimbangkan untuk diberi efek jera dengan memberi hukuman sesuai dengan kejahatan.

Dengan berlapang dada dan memaafkan orang lain, maka Allah akan mengampuni kita. Bila kita sanggup memaafkan orang lain, dan rajin memohon ampun pada Allah, maka hidup kita akan dimudahkan oleh Allah…

Allah berfirman
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. An Nuur : 22)

Allah berfirman
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al Maidah : 45)

Allah berfirman
maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? (QS. Nuh : 10-13)

Comments are closed.

%d bloggers like this: