Bahagia yang hakiki ada dalam hati

Mendengarkan ceramah dari Aa’ Hadi di Metro TV pada bulan Ramadhan 1432 H ini,  Aa’ menjelaskan bahwa agar merasa bahagia itu letaknya ada di hati. Orang Islam yang beriman, yang selalu membersihkan qalbu, taat beribadah, suka menolong orang lain, Insya Allah hatinya akan tenteram dan bahagia. Menurut Aa’ Hadi, salah satu ciri-ciri orang beriman itu rendah hati, mereka tidak akan menyatakan sudah cukup sholeh atau sholehah.

Allah berfirman:
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al Hijr : 88)

Ajaran Islam yang benar memang sepertinya mengkungkung manusia, misalnya perempuan supaya menggunakan baju yang tertutup dan sopan. Padahal wanita yang kakinya panjang dan mulus ingin memamerkan kepada orang lain yang dimilikinya ini. Aturan yang lain lagi misalnya tidak boleh minum alkohol, tidak boleh pacaran berlebihan, tidak boleh menjatuhkan orang lain di belakangnya baik itu benar (ghibah) ataupun mengada-ada (fitnah), tidak boleh sombong (riya’ atau ujub), menekan emosi supaya selalu sabar, dan yang lainnya.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
dunia ini bagaikan penjara bagi orang-orang mukmin dan syurga bagi orang-orang kafir” (hadis riwayat Muslim)

Hidup di dunia ini hanya sebentar, manusia dihidupkan untuk dimatikan lagi, lalu dibangkitkan lagi setelah hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukannya selama di dunia.

Allah berfirman:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali imran : 185)

Agar bahagia, maka bersyukurlah dengan sungguh-sungguh dari dalam hati dengan mensyukuri semua yang telah dimiliki. Dengan mengagumi kebesaran Allah. Karena hati diciptakan untuk memahami ayat-ayat Allah, mata untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan telinga untuk mendengar ayat-ayat Allah.

Allah berfirman:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

Allah berfirman:
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf : 179)

Comments are closed.

%d bloggers like this: