Bisakah kita merubah takdir?

Bila kita bicara masalah takdir, berarti membicarakan tentang qadha’ dan qadar yang merupakan rukun Iman ke-6. Para ulama mengatakan, qadha adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman azali, sedangkan qadar adalah bagian-bagian dan perincian-perincian dari ketentuan tersebut, atau kejadian yang mengikutinya. Maksud zaman azali adalah tertulis di kitab Lauh Mahfudz sejak 50 ribu tahun yang lalu, jadi qadha sudah ada terlebih dahulu baru qadar. Takdir yang merupakan qadha dan qadar adalah rahasia Allah, dan tidak ada manusia yang bisa menghindarinya bila sudah ditetapkan.

Allah berfirman
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS. Al An’am 59)

Allah berfirman
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Lukman : 34)

Dan tentang takdir, apakah kita bisa merubah takdir? Ada takdir yang tidak bisa dirubah seperti kematian, tapi ada pendapat bahwa takdir itu bisa berubah, dari takdir satu ke takdir yang lain. Untuk merubah dari takdir yang satu ke takdir yang lain antara lain dengan do’a dan ikhtiar.

Allah berfirman
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar Ra’du : 11)

Allah berfirman
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfudzh).(QS. Ar Ra’du : 39)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi)

Tentang takdir ini semua adalah rahasia Allah, ada hal yang manusia tidak perlu mengetahuinya. Untuk selamat dunia dan akhirat, manusia perlu selalu belajar untuk memahami ajaran Islam menurut al Qur’an dan as Sunnah, memahami dan mengamalkan. Manusia beriman dan bertakwa adalah manusia yang selalu berprasangka baik untuk menjalani semua ketentuan Allah baik ditimpa kesedihan atau kesenangan, beranggapan semua adalah untuk kebaikan dirinya sendiri. Bersabar bila mendapat musibah dan bersyukur mendapat kesenangan, tetap selalu mendirikan shalat dan berbuat kebajikan apapun yang menimpanya dengan ikhlas lilahita’ala.

Manusia tidak bisa merubah takdirnya. Tapi bila Allah sudah berkehendak maka keadaan seseorang bisa dirubah, apa menjadi lebih baik atau buruk tergantung bagaimana sikapnya menjalani kehidupan. Semoga kita termasuk golongan manusia beriman dan bertakwa yang tetap selalu berprasangka baik dan menjalankan perintah Allah dengan ikhlas lilahita’ala apapun takdir yang kita jalani…

Comments are closed.

%d bloggers like this: