Masih punya hutang saat meninggal, jiwa akan digantung

Ada cerita dari seorang teman, yang dihutangi temannya (sebut si X) untuk modal usaha. Si X ini akhirnya menjadi orang berkecukupan materi, menderita sakit dan menyampaikan amanat pada istrinya untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah meninggal istri si X mendapat uang banyak karena si X mengasuransikan jiwanya. Dengan santainya istri si X menyampaikan pada temenku ini mohon supaya diikhlaskan hutang si X, entah apa alasannya. Temenku sempet kepikiran karena dia diingatkan orang agar mengingatkan istri si X tentang hutang itu, kalo tidak diingatkan nanti temenku yang menghutangi si X ini akan berdosa. Setelah mendapat penjelasan dari seorang ustad, temenku ini jadi tenang. Karena orang yang mengikhlaskan hutang orang lain yang kesulitan akan mendapat pahala besar dari Allah. Bagaimana bila orangnya mampu tapi memilih tidak membayar? Maka orang mampu tapi tidak mau membayar itu termasuk melakukan penzaliman dan akan mendapat siksa dunia dan akhirat.

Allah berfirman:
Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al Baqarah : 280)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Rasulullah saw bersabda; “Penundaan pembayaran hutang oleh orang yang mampu merupakan kezaliman.”(HR Bukhari)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi)

Jadi bila seorang yang berhutang itu dalam kesulitan, maka sebaiknya minta keikhlasan dari yang dihutangi untuk keringanan pembayaran. Bila sebetulnya yang berhutang itu mampu membayar maka jiwanya akan digantung. Seseorang yang mati jiwanya akan melayang dari alam kubur menuju alam barzakh, dan orang yang masih berhutang jiwanya tidak akan mudah menuju ke alam barzakh (dinding pembatas antara dunia dan akhirat)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Jiwa seseorang digantungkan sebab hutangnya sampai hutang tersebut terbayar.” [HR Ar-Tarmidzi]

Allah berfirman :
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS. Al Mu’minun : 99 – 100)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham. (HR. Ibnu Majah)

Comments are closed.

%d bloggers like this: