Agar do’a lebih cepat dikabulkan oleh Allah

Doa adalah harapan yang kita minta pada Allah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan doa untuk kebaikan dunia dan akhirat. Selain itu juga, dibolehkan untuk memohon harapan yang lain sampai sedetil-detilnya pada Allah, bahkan dalam bahasa apapun termasuk dalam bahasa Indonesia. Supaya do’a lebih cepat terkabul, ada beberapa petunjuk yang sesuai ajaran Islam, akan dicoba untuk diuraikan di bawah ini…

Bersikap sabar dan mendirikan shalat. Sabar adalah tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu dan tidak cepat emosi menghadapi orang lain. Allah akan bersama orang-orang yang sabar.

Mensyukuri semua yang didapatkan dan dimiliki. Karena tidak ada gunanya hidup tanpa bisa dinikmati. Bila bisa bersyukur dengan sungguh-sungguh, Insya Allah hidup akan lebih terasa nikmat. Masih banyak orang yang hidup dalam kondisi lebih kekurangan.

Ikhtiar lalu tawakkal atau menyerahkan semuanya pada Allah. Belum tentu yang didapat sesuai dengan yang diharapkan, karena yang menurut manusia baik belum tentu menurut Allah baik.

Membantu orang lain terutama sesama muslim yang dalam kesulitan baik dengan perbuatan, barang atau uang.

Berdoalah dengan berprasangka baik pada Allah. Meyakini bahwa Allah akan mengabulkan do’a, hindari mengucapkan “jika Engkau menghendaki maka berikan untukku”.

Hindari do’a yang mengandung memutuskan silaturahmi atau mengandung perbuatan dosa.

Orang berpuasa do’anya lebih mustajab

Allah berfirman:
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka“(QS. Al Baqarah : 201)

Allah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah : 153)

Allah berfirman:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (QS. Ibrahim : 7)

Dari Anas bin Malik r.a.
Ada seseorang berkata kepada Rasulullah SAW. ‘Wahai Rasulullah SAW, aku ikat kendaraanku lalu aku bertawakal, atau aku lepas ia dan aku bertawakal?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ikatlah kendaraanmu lalu bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)

Allah berfirman:
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Thalaaq : 3)

Allah berfirman:
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. Al Baqarah : 216)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian berdoa hendaklah benar-benar mantap dalam mengharap, dan janganlah mengatakan; ‘ALLAHUMMA IN SYI’TA FA’THINI (Ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak ada yang bisa memaksa.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata,” Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian“.” (HR. Ahmad)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka mempunyai doa yang tidak ditolak”.(HR Ibn Majah dan al-Hakim)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
Diam orang puasa merupakan tasbih, tidurnya adalah ibadat, doanya mustajab dan amalannya digandakan”. (HR. Al-Dailami)

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: